Wednesday, June 20, 2007
Mamamia..........
Mamamia…. Mamamia….Mamamia…..
He… Mungkin para pembaca kaget, heran melihat ke katrok – an saya. Karena saya penggemar dari Mamamia. Ya!! Mamamia adalah salah satu program dari stasiun TV swasta tepatnya indosiar dimana program pencarian bakat untuk generasi muda putri beserta sang mama yang bakal jadi Manager mereka nantinya.

Memang bagi orang yang tidak suka dengan program ini bilang program ini katrok, ndeso dan tidak mutu. Bahkan banyak yang mengejek saya salah satunya ada yang bilang “mosok orang ****** seperti saya nontonnya Mamamia” Tpi aku tak pedulikan, it’s my choice bro!

Yang saya suka dari program ini adalah perjuangannya. Perjuangan dari seorang ibu dan anak mereka sendiri. Jujur dari sekian finalis aku hanya suka 4 finalis aja. Antara lain Vita, Ratu, Ajeng dan Ferisa.

Vita aku suka imutnya, manis, apalagi liat gingsul giginya (jadi inget adhekku) lalu Ratu!! Ini orang lucu bikin gemes aja. Tapi aku jauh lebih suka ama finalis yang bernama Ferisa. Subhanallah Allah memang adil dalam segala kekurangannya tapi dia memiliki kelebihan yang luar biasa dan mungkin tidak banyak orang yang memiliki termasuk saya. Ya!! Suaranya bagus sekali. Lalu Ajeng. Jujur selain warna suaranya yang khas aku tertarik dengan biografinya. Masa lalu dia. Naik turun bis. Dari bis satu ke yang lainnya. Menahan rasa haus, merasakan panasnya kota Jakarta, beban mental yang harus ia tanggung. Tapi dengan segala perjuangannya dia bisa mencapai impianya. Walau mungkin final 3 besar masih jauh tapi setidak-tidaknya mereka hebat karena telah mengalahkan ribuan pesaing lainnya. Salut…..Salut……..

Apalagi pada show tadi malem suasana di Balai Sarbini sangat mengharukan. Saat Ajeng dan Ferisa menyanyikan lagunya melly goeslow yang berjudul Cinta. Sumpeh… bagus banget. Bahkan sang penyanyi aslinya belum tentu membuat penonton mrebes mili (terharu) kata Ahmad dani. “Mereka menyanyikan dengan hati”. Imbuh Ahmad dani.

Pokoknya slamat berjuang kawan!!! Bisa dan tidaknya impian dan cita2nya terwujud tergantung kalian. Berusahalah, berlatih dan jangan tamak klo sudah jadi orang besar! Sukses kawan!! Masa depan ada digenggamanmu!!

Ngomong-ngomong tentang perjuangan Jadi inget ma ibukku. Orang yang melahirkanku, mendidikku, membimbingku hingga besar seperti ini. Yach walau mungkin aku belum bisa dibanggakan oleh masyarakat, berguna bagi bangsa dan negaraku. Tapi aku bersyukur setidak-tidaknya hingga hari ini aku sudah pernah mengukir prestasi untuk membanggakan kedua orang tuaku, keluarga besarku dan memberi contoh serta sebagai panutan untuk adik-adikku dan keluarga besarku.

Saya jadi inget saat pertama kalinya aku melihat ibukku meneteskan air matanya menahan rasa haru sebagai luapan rasa kegembiraannya ketika saya dipanggil ke panggung yang menjadi 10 besar dari kelas parallel saat kelulusan SMP. Rasanya bangga sekali aku bisa mengharumkan nama besar orang tuaku. Soalnya selain disebut nama saya juga disebut nama orang tua saya. Lalu saat aku mengikuti olimpyade ekonomi se kab magelang. Ehm… lumayan walau hanya rangking 11 dari 48 peserta tapi orang tuaku bangga. Soalnya saingannya berat-berat seperti SMU Taruna Nusantara dan SMU Katholik Vanlith. Dan terakhir mengukir prestasi saat saya duduk di bangku sekolah yaitu saat lulusan SMU. Yang mana pada waktu itu lulusan 2003 adalah pertama kalinya dibuat peraturan lulus dan tamat dari pemerintah. Yang menurutku sangat susah. Tapi saat pengumuman tiba. Bp. Kepala sekolah menyebut namaku untuk naik ke panggung karena saya salah satu dari 3 besar yang ada disekolah. Sujud syukur aku saat itu. Aku berdiri didampingi kedua orangtuaku dan dilihat wali murid dan temen2 yang lain. Rasanya aku jadi anak yang bisa membanggakan kedua orang tuaku. Tapi aku juga sempet ngecewain orang tuaku juga sich karena aku tidak bisa masuk sekolah di STAN ataupun IPDN. Hiks!! Mungkin ini bukan jalanku kali yach??

Lho kok jadi curhat tentang saya!! Pokoknya siapun mereka, akan tercapai cita-cita dan sgala impiannya asal tidak melupakan DUIT!! Doa, Usaha, Ikhtiar dan Tawakal.
 
posted by berlian ratnasari at 4:40 AM | Permalink |


6 Comments: